Bertepatan tanggal 15 Agustus yang lalu, dua hari
sebelum hari jadi Indonesia tepatnya, saya mulai dilanda kebosanan di rumah. Ngga ada kegiatan di rumah, dan kebetulan
juga ngga ada yang ngajak saya buat
main ke mana gitu. Ya mungkin karena kebiasaan tiap hari Sabtu Minggu, atau
tiap liburan selalu pergi ke luar rumah, ya walaupun itu hanya sekedar
nongkrong buat nikmati secangkir kopi susu sachet.
Hehehe... Sebenarnya hari-hari sepesial buat merayakan hari jadinya Indonesia
yang ke 70 tahun. Tapi apalah daya saya yang hanya bisa di rumah saja.
Nah, secara tiba-tiba saya kepikiran sama salah satu
tempat di Kabupaten Jombang. Namanya Kedung Cinet. Awalnya saya ngga tahu persis tempat macam apa yang
ada di kota santri ini. Gara-garanya saya lihat foto DP BBM nya sepupu yang
tinggal di sana, setelah tanya-tanya ternyata ada tempat wisata yang dekat
dengan rumah saudara saya yang satu ini. Karena penasaran nih sama ini tempat,
akhirnya stalking ke internet yang
namanya Kedung Cinet ini. Semacam cowok
yang stalking mantan pacarnya lah.. Wkwkwk..
Ternyata, “widiihh.. keren nih tempat” dalam batin saya mengumbar kalimat itu.
Apalagi setelah lihat foto-foto di akun Instagram, haduh malah makin pingin ke
sana.
Berhubung sudah punya tempat tujuan buat jalan-jalan
nih, ngga lama saya langsung menghubungi sepupu saya yang ada di Jombang. Saya
biasa panggil di Dani. Beruntungnya saya ketika dia mau menemani saya buat
meluncur ke sana.
Ini yang namanya Dani, sepupu saya dari Jombang
Minggu malam akhirnya saya
memutuskan berangkat ke Jombang dengan menaiki motor kesayangan saya. Pukul 22.30
WIB saya mulai pacu motor saya. Wuuzzz.. Wuuzzz...
Wuuzzz.. Alhamdulillah 1,5 jam
Sidoarjo Jombang kelar. Tepat jam 00.00 WIB sampai di rumah si Dani ini. Alhasil
langsung tancap gas buat tidur. Kebetulan rumah sepupu saya ini sekaligus rumah
Budhe (istilahnya orang Jawa) ini
letaknya bukan di pusat kota Jombang, tapi di daerah Ploso. Lumayan dekat
dengan Kedung Cinet yang bakal saya kunjungi ini.
Bunyi
alarm hanphone bergetar dan berbunyi
tepat pukul 05.00 WIB, yang artinya hari udah pagi kawan. Bangun, subuhan, mandi,
sarapan, nge teh, duh mantabnya pagi
itu. Hehehe.. Pukul 06.30 WIB akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke
Kedung Cinet. Kebetulan jarak tempuh yang saya lalui untuk sampai ke Kedung Cinet
ini kurang lebih 15 menit. Kedung Cinet ini tepatnya berada di Dusun Klitih, Desa Plandaa, Kecamatan Plandaan, Jombang.
Awal
perjalanan dari Ploso ke Jombang jalan aspal lancar kami lewati. Area persawahan
di kanan kiri, bukit-bukit, sejuknya udara pagi menemani perjalanan kami. Hingga
mulai masuk ke Dusun Klitih jalanan makadam sampai dengan jalan tanah dan batu-batuan
mulai menyapa untuk sampai di lokasi. Saran saya jika Anda berkunjung kemari
saya sarankan agar menggunakan alat transportasi motor. Mobil tidak akan bisa
menjangkau lokasi yang dituju apalagi bus pariwisata, alasannya karena akses
menuju lokasi ini juga melewati jembatan gantung yang cukup hanya dilalui satu
motor saja. Sebenarnya jika Anda nekat, Anda bisa parkir mobil yang Anda
bawa di pinggir jalan sebelum jembatan gantung, dan Anda juga harus ekstra
tenaga untuk berjalan kaki agar bisa sampai di lokasi.
Rupanya
di area Kedung Cinet ini adalah kawasan hutan yang sayang cukup gersang, ya
bisa dimaklumi sih karena pas kebetulan kemari waktu musim panas. Daun pepohonan
banyak yang berguguran di sepanjang jalan hutan.
Saya
ketika sampai di area masuk Kedung Cinet
Jika
Anda mulai memasuki kawasan hutan dengan jalan tanah dan berbatu, coba Anda
lihat disebelah kanan Anda. Anda akan mendapati pohon dengan papan biru
beruliskan “Welcome to Cinet Adventure Forest,” maka sampailah Anda di Kedung Cinet, tempat yang digadang-gadang
bakal jadi obyek wisata lokal yang mumpuni di Jombang. Berangkat pagi bisa Anda
coba jika ingin kemari. Wisatawan yang belum terlalu banyak bisa membuat Anda
meng explore tempat ini dengan
leluasa. Keuntungan lain yang bisa Anda dapat adalah ketika Anda akan mengambil
spot-spot foto, Anda akan mendapatkan
tempat terbaik tanpa terganggu dengan lalu lalang nya pengunjung yang semakin
siang semakin membludak berdatangan.
Rasa penasaran saya
akhirnya terbayar ketika saya sudah menyusuri tempat ini. Kedung Cinet ini
rupanya adalah sebuah ngarai sebuah sungai. Tebing dinding sungai ini terbentuk
dari sedimentasi batuan kapur yang di beberapa sisinya ditumbuhi oleh
lumut-lumut. Memang untuk ukuran panjang ngarai ini bisa dibilang tidak terlalu
panjang. Kurang lebih 200 meter Anda bisa menyusuri Cinet Canyon ini. Jika beruntung Anda bisa mendapatkan spot foto yang bisa memperlihatkan
kecantikan ngarai di Jombang ini.
Salah
satu spot terbaik untuk foto di
tebing Kedung Cinet
Sisi
lain spot yang menarik untuk berfoto
Tebing
yang berbentuk menarik dan berlubang-lubang akan membuat Anda memperbanyak stock foto Anda. Ada salah satu lubang tebing
yang menarik perhatian saya waktu itu. Lubang ini berbentuk tanda Love.
Lubang
yang berbentuk lambang “Love”
Cukup
disayangkan ketika saya berkunjung kemari ketika musik kemarau, debit air yang
sedikit membuat aliran air tidak mengalir sama sekali. Terasa gersang memang,
akan tetapi cukup untuk bisa menendang kebosanan saya, dan mungkin jika musim hujan tiba saya coba untuk berkunjung lagi kemari. Tidak ada salahnya jika
Anda ingin sekedar ingin tahu Kedung Cinet ini, Anda bisa datang di musim apa
saja. Hehehe.. Oh iya, wisata Kedung Cinet ini tidak ada biaya tiket masuk, Anda
hanya akan dikenakan biaya parkir motor sebesar Rp. 3.000 per motor (jika belum
naik harga tiket parkirnya ya, hehehe).
Kunjungi,
nikmati dan apresiasi.