Selasa, 03 November 2015

Ranu Kumbolo, eksotisme danau Gunung Semeru

“Mahameru itu bukan cuma hanya perjalanan alam, tapi perjalanan sebuah hati”
Kutipan dari novel 5 cm ini memperkuat kami, kawan-kawan Check In untuk menikmati pesona salah satu sisi Gunung Semeru. Ya.. Ranu Kumbolo.
Beberapa minggu lalu, tepatnya tanggal 17 sampai 18 Oktober 2015 kawan-kawan dari Check In beruntung bisa meluangkan waktunya untuk melakukan perjalanan ke Ranu Kumbolo. Kenapa kita pilih Ranu Kumbolo sebagai tujuan kita mengisi waktu libur, alasannya karena kita pingin nikmati alam segar yang nggak bakal kita temui sewaktu kita duduk serius di kantor atau terjebak kemacetan di jalan saat berangkat dan pulang kerja. Alasan lainnya karena Ranu Kumbolo punya track record yang luar biasa untuk dikunjungi oleh orang-orang yang ingin menikmati alam pegunungan, khususnya wilayah Gunung Semeru.
Satu bulan sebelumnya kami sudah mempersiapkan rencana keberangkatan ke Ranu Kumbolo. Awalnya memang masih banyak kendala yang dipersiapkan, mulai dari kesepakatan ambil tanggal berangkat, jumlah teman-teman yang siap untuk ikut dan pasti biaya yang perlu digelontorkan untuk refreshing kali ini.
Akhirnya setelah sebulan lamanya untuk prepare, 15 orang sudah memastikan diri untuk ikut liburan kali ini. Bekal untuk hiking ke Ranu Kumbolo pun sudah kami persiapkan. Mulai dari peralatan, perlengkapan, dan juga bahan makanan tentunya. Jumat malam kami berangkat bersama-sama dari kantor menuju Tumpang, daerah yang terletak di Kabupaten Malang Selatan. Menyewa kendaraan Elf menjadi pilihan kami untuk mengangkut semua personil dan juga perlengkapan menuju Tumpang.
Tujuan kami menuju Tumpang yaitu beristirahat di rumah kenalan salah satu dari rombongan kami. Kami biasa memanggilnya Mbak Nur. Mbak Nur ini orang yang cukup terkenal di bagi para pendaki semeru dan juga di wilayah Tumpang dan Ranu Pane, pasalnya Mbak Nur salah satu dari sekian banyak orang yang melayani jasa antar jemput dari Tumpang menuju Ranu Pane dan begitu juga sebaliknya dengan segala keramahan yang luar biasa. Selain menyediakan jasa transportasi, kediaman Mbak Nur bisa dijadikan tempat beristirahat yang cukup nyaman.
Keesokan paginya, kami berangkat dari kediaman Mbak Nur menuju Ranu Pane sektar pukul 08.00 WIB dengan menggunakan truk bak terbuka. Ranu Pane adalah sebuah danau dengan luas 4 hektare yang merupakan salah satu titik keberangkatan untuk memulai pendakian ke Gunung Semeru. Selama perjalanan Anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa cantik bagi kami. Hamparan kebun terasiring, tebing-tebing bukit dengan pohon rindang, langit yang biru cerah, Gunung Semeru yang tampak dari kejauhan dan yang pasti Anda akan menjumpai kawasan Gunung Bromo beserta lautan pasir yang sungguh sayang jika dilewatkan.

Minggu, 04 Oktober 2015

Kedung Cinet, Green Canyonnya Jombang

Bertepatan tanggal 15 Agustus yang lalu, dua hari sebelum hari jadi Indonesia tepatnya, saya mulai dilanda kebosanan di rumah. Ngga ada kegiatan di rumah, dan kebetulan juga ngga ada yang ngajak saya buat main ke mana gitu. Ya mungkin karena kebiasaan tiap hari Sabtu Minggu, atau tiap liburan selalu pergi ke luar rumah, ya walaupun itu hanya sekedar nongkrong buat nikmati secangkir kopi susu sachet. Hehehe... Sebenarnya hari-hari sepesial buat merayakan hari jadinya Indonesia yang ke 70 tahun. Tapi apalah daya saya yang hanya bisa di rumah saja.

Nah, secara tiba-tiba saya kepikiran sama salah satu tempat di Kabupaten Jombang. Namanya Kedung Cinet. Awalnya saya ngga tahu persis tempat macam apa yang ada di kota santri ini. Gara-garanya saya lihat foto DP BBM nya sepupu yang tinggal di sana, setelah tanya-tanya ternyata ada tempat wisata yang dekat dengan rumah saudara saya yang satu ini. Karena penasaran nih sama ini tempat, akhirnya stalking ke internet yang namanya Kedung Cinet ini. Semacam cowok yang stalking mantan pacarnya lah.. Wkwkwk..  Ternyata, “widiihh.. keren nih tempat” dalam batin saya mengumbar kalimat itu. Apalagi setelah lihat foto-foto di akun Instagram, haduh malah makin pingin ke sana.

Berhubung sudah punya tempat tujuan buat jalan-jalan nih, ngga lama saya langsung  menghubungi sepupu saya yang ada di Jombang. Saya biasa panggil di Dani. Beruntungnya saya ketika dia mau menemani saya buat meluncur ke sana.

Ini yang namanya Dani, sepupu saya dari Jombang

Minggu malam akhirnya saya memutuskan berangkat ke Jombang dengan menaiki motor kesayangan saya. Pukul 22.30 WIB saya mulai pacu motor saya. Wuuzzz.. Wuuzzz... Wuuzzz.. Alhamdulillah 1,5 jam Sidoarjo Jombang kelar. Tepat jam 00.00 WIB sampai di rumah si Dani ini. Alhasil langsung tancap gas buat tidur. Kebetulan rumah sepupu saya ini sekaligus rumah Budhe (istilahnya orang Jawa) ini letaknya bukan di pusat kota Jombang, tapi di daerah Ploso. Lumayan dekat dengan Kedung Cinet yang bakal saya kunjungi ini.

Bunyi alarm hanphone bergetar dan berbunyi tepat pukul 05.00 WIB, yang artinya hari udah pagi kawan. Bangun, subuhan, mandi, sarapan, nge teh, duh mantabnya pagi itu. Hehehe.. Pukul 06.30 WIB akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke Kedung Cinet. Kebetulan jarak tempuh yang saya lalui untuk sampai ke Kedung Cinet ini kurang lebih 15 menit. Kedung Cinet ini tepatnya berada di Dusun Klitih, Desa Plandaa, Kecamatan Plandaan, Jombang.

Awal perjalanan dari Ploso ke Jombang jalan aspal lancar kami lewati. Area persawahan di kanan kiri, bukit-bukit, sejuknya udara pagi menemani perjalanan kami. Hingga mulai masuk ke Dusun Klitih jalanan makadam sampai dengan jalan tanah dan batu-batuan mulai menyapa untuk sampai di lokasi. Saran saya jika Anda berkunjung kemari saya sarankan agar menggunakan alat transportasi motor. Mobil tidak akan bisa menjangkau lokasi yang dituju apalagi bus pariwisata, alasannya karena akses menuju lokasi ini juga melewati jembatan gantung yang cukup hanya dilalui satu motor saja. Sebenarnya jika Anda nekat, Anda bisa parkir mobil yang Anda bawa di pinggir jalan sebelum jembatan gantung, dan Anda juga harus ekstra tenaga untuk berjalan kaki agar bisa sampai di lokasi.

Rupanya di area Kedung Cinet ini adalah kawasan hutan yang sayang cukup gersang, ya bisa dimaklumi sih karena pas kebetulan kemari waktu musim panas. Daun pepohonan banyak yang berguguran di sepanjang jalan hutan.

Saya ketika sampai di area masuk Kedung Cinet

Jika Anda mulai memasuki kawasan hutan dengan jalan tanah dan berbatu, coba Anda lihat disebelah kanan Anda. Anda akan mendapati pohon dengan papan biru beruliskan “Welcome to Cinet Adventure Forest,” maka sampailah Anda di Kedung Cinet, tempat yang digadang-gadang bakal jadi obyek wisata lokal yang mumpuni di Jombang. Berangkat pagi bisa Anda coba jika ingin kemari. Wisatawan yang belum terlalu banyak bisa membuat Anda meng explore tempat ini dengan leluasa. Keuntungan lain yang bisa Anda dapat adalah ketika Anda akan mengambil spot-spot foto, Anda akan mendapatkan tempat terbaik tanpa terganggu dengan lalu lalang nya pengunjung yang semakin siang semakin membludak berdatangan.

Rasa penasaran saya akhirnya terbayar ketika saya sudah menyusuri tempat ini. Kedung Cinet ini rupanya adalah sebuah ngarai sebuah sungai. Tebing dinding sungai ini terbentuk dari sedimentasi batuan kapur yang di beberapa sisinya ditumbuhi oleh lumut-lumut. Memang untuk ukuran panjang ngarai ini bisa dibilang tidak terlalu panjang. Kurang lebih 200 meter Anda bisa menyusuri Cinet Canyon ini. Jika beruntung Anda bisa mendapatkan spot foto yang bisa memperlihatkan kecantikan ngarai di Jombang ini.


  Salah satu spot terbaik untuk foto di tebing Kedung Cinet

Sisi lain spot yang menarik untuk berfoto

Tebing yang berbentuk menarik dan berlubang-lubang akan membuat Anda memperbanyak stock foto Anda.  Ada salah satu lubang tebing yang menarik perhatian saya waktu itu. Lubang ini berbentuk tanda Love.

Lubang yang berbentuk lambang “Love

Cukup disayangkan ketika saya berkunjung kemari ketika musik kemarau, debit air yang sedikit membuat aliran air tidak mengalir sama sekali. Terasa gersang memang, akan tetapi cukup untuk bisa menendang kebosanan saya, dan mungkin jika musim hujan tiba saya coba untuk berkunjung lagi kemari. Tidak ada salahnya jika Anda ingin sekedar ingin tahu Kedung Cinet ini, Anda bisa datang di musim apa saja. Hehehe.. Oh iya, wisata Kedung Cinet ini tidak ada biaya tiket masuk, Anda hanya akan dikenakan biaya parkir motor sebesar Rp. 3.000 per motor (jika belum naik harga tiket parkirnya ya, hehehe).

Kunjungi, nikmati dan apresiasi.